TT BIOLOGI MOLEKULER

Oktober 13, 2008

Nama : DHESTI PURWATI
NIM : BIJ006199
Kelas : A2
Blog : http://d35ty.worpress.com/
Jenis Topik : A2-TP9

Arti masing-masing kodon dalam kode genetik

Kodon merupakan tiga pasang basa yang mengkode suatu protein. Kodon pada mRNA yang mengawali sintesis suatu polipeptida, biasanya berupa AUG. Kodon pada mRNA yang mengakhiri sintesis suatu polipeptida, biasanya berupa UAA, UAG, atau UGA. Kode genetik merupakan Seperangkat triplet basa nukleotida yang menyandi asam amino tertentu.

Gambar.tabel urutan kodon
Penetapan triplet kodon pada mRNA sebagai pembawa informasi genetik atau kode genetik yang akan menyandi pembentukan suatu asam amino tertentu berawal dari pemikiran bahwa macam basa nitrogen jauh lebih sedikit daripada macam asam amino. Basa nitrogen pada mRNA hanya ada empat macam, sedangkan asam amino ada 20 macam ada beberapa pendapat bahwa Kode genetik tidak universal, namun sekarang telah dipelajari berbagai sifat-sifat kode genetik yang membenarkan bahwa kode genetik bersifat universal
Gambar. kodon RNA
Berikut merupakan sifat-sifat kode genetik :

kode genetik bersifat universal. Artinya, kode genetik berlaku sama hampir disetiap spesies organisme.
bersifat degenerate atau redundant, yaitu bahwa satu macam asam amino dapat disandi oleh lebih dari satu triplet kodon. Sebagai contoh threonin dapat disandi oleh ACU, ACC, ACA, dan ACG.
oleh karena tiap kodon terdiri atas tiga buah basa, maka tiap urutan basa mRNA, atau berarti juga DNA, mempunyai tiga rangka baca yang berbeda (open reading frame).
Suatu kodon dapat merusak urutan asam amino dari suatu protein. Kodon diekspresikan dalam tahapan, misalnya transkripsi, prosesing mRNA, atau tanslasi. Pengaturan ekspresi gen, khususnya pada prokariot paling banyak terjadi pada tahap transkripsi.

Daftar Pustaka
Brown, T.A (2002) DNA in Genomes, 2nd ed.,
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/bv.fcgi?rid=genomes.section,5234.
Diakses tanggal 25 september 2008

situs terkait:
1.http://www.ttk.pte.hu/biologia/genetika/biotech/bt0.htm
2.http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c9/RNA-kodon.png
Diakses tanggal 26 september 2008

Mei 28, 2008

DHESTI PURWATI

B1J006199

e-maiL : dess_banget@yahoo.com

d35ty.wordpress.com

Prebiotik pada Kesehatan Manusia

Mei 28, 2008

Prebiotik adalah suplemen makanan mikrobial atau komponen dari bakteria, yang terbukti mempunyai efek yang berguna pada kesehatan manusia. Hal itu telah dikenal untuk menekan banyak efek dengan mengubah komposisi dari bakteri usus. Beberapa pengolahan probiotik seperti dalam pencegahan atau perlakuan pada kondisi beragam. Saat ini terdapat bukti yang baik untuk penggunaan terapi dari probiotik dalam infeksi diare pada anak-anak, pengulangan Clostridium difficile yang menyebabkan infeksi dan pasca operasi kantong perut. Keuntungan yang mungkin pada infeksi gastrointernal yang lain, mencegah translokasi bakteri pasca operasi, sindrom bagian dalam perut yang teriritasi dan penyakit radang bagian dalam perut yang terus timbul, ini mengacu pada konsep probiotik dan bukti dari percobaan klinis dari manusia dengan mengamati kemungkinan penggunaan dari probiotik pada praktek klinis.

Fungsi primer dari sistem gastrointernal manusia telah lama dianggap sebagai penyerapan dan pengisapan nutrisi dan eksresi sisa produksi. Akhir-akhir ini, telah diakui bahwa sistem gastrointestinal terdiri dari berbagai macam fungsi, yang essensial untuk kesejahteraan kita. Sistem usus manusia adalah rumah dari ekologi mikroba massal dan pelabuhan lebih dari 500 spesies teridentifikasi yang dpat dikulturkan dan banyak bakteria yang tidak dapat dikulturkan dan butuh diidentifikasi. Bakteria ini yang dibutuhkan untuk kesehatan mempunyai potensi untuk menyumbang pengembangan penyakit juga dengan berbagai mekanisasi. Fungsi sistem mukosa dari gastrointestinal (GI) adalah sebagai rintangan luar dan mengurangi berbagai antigen yang berasal dari lingkungan luar. Mikroba yang hidup berdampingan dengan inang yang disebut dengan inang silang mikroba, menunjukkan keuntungan dari kehadiran mikroba pada inangnya. Gangguan pada jaringan tepi usus dapat menyebabkan radang yang merupakan hasil langsung dari produk mikrobial yang mengubah dasar jaringan tepi atau membiarkan bakteri dan antigen makanan untuk menstimulasi sistem pertahanan mukosa. Interaksi antara mikroba usus dan inanngnya merupakan subyek dari penelitian intensif yang berjalan pada perubahan ini yang berpengaruh pada berbagai penyakit. Terdapat tiga metode umum yang dapat mengubah mikroflora usus: penatalaksanaan antibiotik atau prebiotik (seperti komponen makanan yang mendukung perkembangan dan aktivitas metabolis dari bakteri bermanfaat), atau penatalaksanaan dari probiotik (bakteri bermanfaat).

Probiotik didefinisikan sebagai mikrobial yang dapat digunakan sebagai suplemen makanan yang bermanfaat mempengaruhi inangnya dengan kegunaannya pada sistem usus. Definisi ini, awalnya dimaksudkan untuk penggunaan produk makanan hewani. Untuk nutrisi manusia, probiotik didefinisikan sebagai “suplemen makanan mikroba hidup atau komponen bakteria yang telah terbukti mempunyai efek bermanfaat pada kesehatan manusia” . Yang paling sering digunakan dan memenuhi kriteria ini adalah lactobacili dan bifidobacteria. Prebiotik didefinisikan sebagai “Komponen makanan yang tak terserap yang berguna untuk menstimulasi satu atau lebih kumpulan bakteri usus yang bermanfaat dan yang mempunyai efek positif bagi kesehatan manusia”. Prebiotik yang paling sering digunakan adalah karbohidrat dasar (serat makanan) dengan kemampuan untuk mendukung komponen dari mikroflora usus normal yang merupakan indikator dari kebaikan kesehatan inang. simbiotik adalah kata yang berhubungan dengan kombinasi penatalaksanaan dari prebiotik tertentu dengan probiotik untuk meyediakan kebaikan nyata dari kesehatan dengan aksi terpadu.

Hello world!

Maret 22, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.